Wednesday, July 16, 2014

Ramadhan nya si Ichi Nensei


Rasa nya menjadi kelas 1 SD telah merubah banyak hal pada anak pertama saya ini. Seperti sikap nya sebagai orang asing dan satu-satu nya muslim di koudo shougakkou. Dimulai dari kerelaan hatinya untuk konsisten berjilbab,pun saat berenang. Berbesar hati ketika harus  makan bento full dari rumah, kemudian ketegasannya saat ditawarkan makanan oleh teman dan senseinya.

Begitu juga Ramadhan tahun ini, umur nya 6 tahun. Saya tidak memaksanya untuk puasa full di weekdays, karena selain musim panas menyengat serta lama (16,5 jam) kegiatan SD disini banyak aktivitas outdoor nya. Kalau weekend, insyaAllah sampai magrib, walau sahur molor :)

Ada 2 kejadian baru-baru ini yang membuat saya tercenung dan terharu.

Kejadian pertama adalah saat dia bertanya sampai kapan kita puasa, sampai tanggal berapa. Saya pikir karena dia mengeluh, puasa kok lama sekali? hehe. Belakangan saya baru tahu setelah melihat buku renrakuchou (buku pengantar orang tua-murid), ternyata si F cerita ke senseinya kalau sedang puasa, kemudian sensei nya bertanya sampai kapan. karena saat itu belum tahu jawabannya, jadi bertanya dulu sama ibu nya dan jawaban nya di tulis sendiri dibuku renrakuchou (gambar bawah kiri)  T_T.
ibu nya memang ga kepikiran ngasih tau sensei, hiks.

sensei pun merespon : taihen desu ne (berat yaa).
gapapa ya nak, taihen taihen di dunia, tanoshi tanoshi di akhirat, insyaAllah ..Aamiin

Kejadian kedua, saat 2 orang temannya datang kerumah, menjemput untuk membuat PR dan bermain bersama. Nah salah satu kebiasaan anak-anak jepang, saat  bermain terutama musim panas adalah membawa suito (botol minum). terjadilah dialog berikut

Y-chan : fahira, Suito wa? (botol minumnya mana?)
F : ee, bla bla asa kara, yoru made. mizu nomanai, oyatsu tabenai bla bla (intinya jelasin kalau sedang puasa, jadi tidak makan minum dari pagi sampai sore/malam)
Y dan A chan : eee, sokka,

Alhamdulillah, walau tidak selalu full, setidaknya sudah memahami hakikat puasa dan bisa menjelaskan ke teman dan sensei mengenai puasa ini,

Dan minggu lalu kami mendapat jadwal untuk bertemu langsung dengan Kosuji-sensei (guru kelas Fahira). Beliau sangat senang dengan cara Fahira beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Walaupun diawal banyak hal yang dirasa aneh oleh teman-temannya, misalnya cara berpakaian, makan bento dari rumah, cara berganti pakaian yang harus di ruangan tersendiri, juga pakaian renangnya, namun Fahira tampak easy going dengan keunikannya dan teman-teman kini sudah sangat paham dan menerimanya apa adanya. bahkan banyak yang kagum dengan puasa Fahira dan memberi semangat.
Sensei mengatakan bahwa hari ini Fahira sudah benar-benar menyatu dan menjadi bagian tidak terpisahkan dari teman-teman secara kolektif. Apapun keunikan-keunikan baru Fahira yang belum terungkap, sudah bisa dimengerti sepenuhnnya oleh sekolah dan teman-teman.


Semoga Allah selalu menjaga Mu nak, tantanganmu dimasa depan akan sangat berat, fitnah dan ancaman pada agamamu akan semakin membayangi..
Doa kami, walau tak lama umur ini membersamaimu, semoga Akidah mu tetap lurus sampai maut menjemput, Aamiin


رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
“Wahai Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat, wahai Rabb kami, perkenankanlah doaku.” (Ibrahim: 40)

Brownies Ketan Hitam

Broketam Panggang
Broketam Kukus

Bagi penggemar brownies, mari coba brownies varian baru ini, unik karena ada rasa sedikit keset khas ketan hitamnya (tapi tidak terlalu dominan, jadi anak-anak tetap suka insyaAllah), tetap nyoklat banget dan moist, lembut dilidah (sedikit lebay hehe).
Cara memasaknya pun gampang :)

resep asli di sini

Bahan:
6 butir telur
200 gr gula pasir
1 sdt emulsifier
1/4 sdt garam
1 sdt vanilla
2 sdm susu kental manis
250 gr tepung ketan hitam (saya 200 gr tepung ketan hitam, 50 gram tepung terigu)
20 gr coklat bubuk
100 gr coklat batang atau dark cooking chocolate (DCC)
200 gr minyak goreng
Coklat meises (rice chocolate) secukupnya lapisan tengah

Cara Membuat:
1. Panaskan Kukusan, jangan lupa bungkus tutup kukusan dengan serbet.
2. Lelehkan coklat. Masukkan SKM, aduk rata. Masukkan minyak goreng, aduk rata dan dinginkan.
3. Kocok telur, gula pasir, emulsifier dan garam dengan mixer kecepatan tinggi sampai mengembang, kental dan berjejak.
4. Ayak tepung ketan hitam dan terigu, cokelat bubuk & vanili dan masukkan sedikit demi sedikit ke adonan telur sambil diaduk dengan spatula.
5. Masukkan lelehan coklat-SKM-minyak bertahap, aduk sampai rata.
6. Tuang 1/2 adonan ke dalam loyang 20x20x7, atau loyang bulat diameter 22-24 cm yang telah dioles margarin dan tepung atau dialasi kertas roti.
7. Kukus 10 menit, taburi dengan meises sampai rata secukupnya, tuang 1/2 bagian adonan sisa dan kukus kembali 20-25 menit hingga matang (tes tusuk)
8. Angkat. Banting loyang 3 kali  dan langsung keluarkan dari loyang. Biarkan dingin, potong-potong dan sajikan :)

# dengan resep yang sama, pernah adonan saya panggang. dan hasilnya tak kalah enak dengan dikukus lho!
Panggang selama 30-35 menit dengan suhu 180 derajat (disesuaikan dengan oven masing-masing) sampai permukaan atas sudah kering dan bagian dalam adonan masih ada yang sedikit basah (jangan sampai benar-benar kering, karena setelah dingin rasanya kurang moist)

Oishii.. Enak dan lembut :)
Broketam panggang dengan taburan biji bunga matahari :)

Wednesday, June 25, 2014

Chicken Nugget Sehat rasa Keju



Menjelang Ramadhan, biasanya saya selalu menyediakan beberapa makanan yang bisa di saji dengan cepat tapi tetap sehat dan enak. Sangat membantu saat kepepet, apalagi saat sahur.
Salah satu nya adalah chicken nugget  :)
kenapa saya bilang sehat? karena dibuat tanpa pengawet dan biasanya saya selipkan juga cincangan sayur seperti wortel, curi curi kesempatan untuk anak :p
(resep asli dari chef melia yang saya modifikasi :) )

bahan
Ayam cincang 500 gram
bombay ukuran besar 1/2 buah dicincang
wortel sesuai selera cincang halus (boleh di skip)
tepung roti 7-8 sdm
garam 1,5 sdt
merica 1 sdt
mayonese 1-2 sdm (sesuai selera, boleh diskip)
telur 1 butir ukuran L/LL, atau 2 butir ukuran s
keju bubuk/permesan 3-4 sdm

telur dikocok dan tepung roti untuk finishing

caranya
Siapkan loyang atau wadah tahan panas, oles mentega/margarin/minyak lalu tabur tepung terigu tipis-tipis (agar nanti adonan tidak lengket)
Panaskan kukusan/dandang, atau microwave
Campur semua bahan nugget menjadi satu, masukkan dalam loyang kemudian kukus dalam kukusan yang sudah panas sampai matang, sekitar 15-20 menit. atau bisa juga di microwave sekitar 10 menit.
Setelah matang dan dingin keluarkan dari loyang, potong-potong sesuai selera
kemudian balur dengan kocokan telur dan tepung roti.

Siap disimpan dikulkas/freezer atau di goreng :)






Monday, May 19, 2014

Pelajaran Gizi di Sekolah Jepang

Di Jepang para murid disediakan makan siang di Sekolah dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah. Tidak disediakan kantin dan tidak dibenarkan untuk jajan sembarangan diluar. Budaya makan disekolah ini sudah dimulai sejak pasca perang dunia ke dua dan berlanjut hingga saat ini. 

Walau anak saya full membawa bentou dari rumah, karena faktor kehalalan. Saya juga mendapat banyak pelajaran mengenai kebiasaan positif ini. Dimulai dari wawancara setiap orang tua mengenai makanan yang bisa memicu alergi atau tidak bisa dimakan oleh anak karena alasan lain, kemudian penjelasan mengenai cara masak, menu yang variatif dan penyediaan susu tiap hari.


Untuk TK biasanya pengadaan makanan berupa bento dengan menggunakan wadah makan lucu. Untuk pengadaan bentou ini sekolah bekerja sama dengan perusahaan yang khusus menyediakan katering bento anak TK. bisa dilihat di sini

Sedangkan SD hingga SMP dan sebagian SMA pengadaan makanan dilakukan disekolah masing-masing, dengan panduan guru ahli gizi dan bantuan beberapa tukang masak profesional. Ketika menyusun menu, ahli gizi ini sangat memerhatikan nilai dan komposisi gizi, serta menyeimbangkan pemberian nasi/tepung/kentang, ikan dan sayur-sayuran serta buah, agar anak-anak pada usia pertumbuhan mendapat asupan nutrisi yang optimal. Menu makan siang harus memenuhi 1/3 kebutuhan nutrisi harian anak, yaitu sekitar 430-450 kilokalori untuk bento TK, 600-700 kilokalori untuk anak SD. Menu harian ini juga diharapkan mencakup 1/2 kebutuhan kalsium dan dan 33-40% kebutuhan vitamin dan mineral harian. Kecukupan kalsium menjadi perhatian khusus, sebab ada kecenderungan kurang asupan kalsium di kalangan anak-anak. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan kalsium, sekotak susu hampir selalu dimasukkan ke dalam menu makan siang di sekolah. 

Berikut 6 panduan menyusun menu makan siang anak di Sekolah Jepang 

1. Harus bervariasi. Jenis hidangan berganti-ganti setiap hari, agar anak mendapat pengalaman makan yang bermacam-macam, tidak bosan dan mendapat nutrisi lengkap. Menu makan siang juga memasukkan sayur dan buah-buah yang sedang musim saat itu.

2. Buatan sendiri, lezat dan aman. Umumnya saat masak menggunakan kaldu dari tulang ayam atau sapi, bukan kaldu bubuk atau penyedap rasa. Serta tidak membubuhkan terlalu banyak gula atau garam ke masakan. Anak-anak dibiasakan pada rasa alami makanan, keuntungan memasak sendiri adalah bahan makanan lebih terkontrol, sehingga hidangan lebih sehat dan aman. Untuk alasan keamanan pula, makanan di sekolah selalu dimasak pada hari yang sama ketika bahan makanan dibeli. Dan, bebas dari makanan mentah, seperti sushi dan sashimi.

3. Menghindari penyakit degeneratif. Berbagai penyakit gaya hidup, menyerang sejak usia dini. Para ahli kesehatan di Jepang meyakini, jika anak terlalu banyak dan terlalu sering makan sumber lemak hewani (daging sapi, kambing, babi, ayam, dan lain-lain), kadar kolesterol di tubuh meningkat, menambah risiko penebalan pembuluh darah. Meski ikan termasuk hewan, namun kadar kolesterolnya rendah, berkat kandungan DHA (Docosahexaenoic acid) dan EPA (Eicosapentaenoic acid). 

DHA berfungsi melancarkan aliran darah dan meningkatkan aktivitas otak. EPA menetralisir lemak dan melancarkan aliran darah. Itu sebabnya anak-anak di Jepang diwajibkan banyak makan ikan, terutama ikan perairan dalam atau blue fish seperti sardin, makarel, tuna, salmon dan lain-lain. 

Konsumsi garam dan gula juga dibatasi untuk menghindari penyakit tekanan darah tinggi dan diabetes. Sebaliknya, sumber serat seperti rumput laut, jamur, sayuran dan polong-polongan, dipastikan selalu ada dalam menu makan siang.   

4. Tekstur mudah dikunyah. Ini untuk melatih keterampilan mengunyah anak-anak. Mengunyah dengan benar, membantu pertumbuhan dagu dan gigi-geligi, mencegah gigi berlubang, mencegah makan berlebihan dan obesitas. Juga, diyakini dapat menstimulasi dan membantu otak bekerja lebih baik.

5. Menghargai budaya makan tradisional. Bangsa Jepang kaya akan makanan tradisional yang sehat, yang telah ribuan tahun diwariskan dari generasi ke generasi, seperti okara (sejenis polong-polongan), rumput laut jenis konyaku, hijiki,  dan ikan kecil seperti bonito kering. 

6. Menikmati makan siang dengan sopan. Tidak sekadar makan, makan di sekolah juga mengajarkan anak mematuhi tata tertib makan atau table manner, agar tidak mengganggu anak lain

Salah satu cara membuat anak tertarik pada makanan adalah dengan melibatkan mereka dalam proses menyiapkan acara makan tersebut. Itu sebabnya, sekolah di Jepang menugaskan anak-anak bergiliran dibagi menjadi beberapa kelompok menjadi school lunch duty. Ada kelompok yang bertugas menyiapkan dan mengelap meja, menyiapkan piring dan mangkuk, dan kelompok favorit adalah yang  berseragam mirip koki dan bertugas mendistribusikan makanan untuk teman-temannya. Untuk anak saya pengalaman dan kepercayaan ini sungguh meyenangkan :)




sumber
http://www.nier.go.jp/English/EducationInJapan/Education_in_Japan/Education_in_Japan_files/201303SLP.pdf
http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/gizi.kesehatan/balita/6.makan.siang.sehat.ala.jepang/001/001/1666/2

BakMie Godog


  • Pertama kali coba, Langsung suka! termasuk 3 F :). Menurut saya ini enaak banget ;)
  • Alhamdulilah bisa menyingkirkan mie instan..
    Sumber resep dr Chef Melia, (aslinya bisa di lihat disini)

        Bahan
  • Mi kuning300 gram
  • Daging ayam (kadang saya tambah sosis)100 gram
  • kol (kadang saya pake sawi juga jamur)secukupnya
  • Tomat1buah
  • Bawang putih2buah
  • kemiri3buah
  • Bawang merah4siung
  • Saus tiram1sdm
  • garam, mericasecukupnya
  • Minyak goreng1sdm
  • Bawang daun1batang
       Cabe diris jika ingin pedas :)



Cara Masak 
Haluskan bawang putih dan kemiri.
Potong semua bahan/sayur.
Panaskan minyak, tumis bumbu halus sampai wangi, tambahkan bawang merah dan ayam. Tumis sebentar, tambahkan saus tiram dan kol. Masukkan air, masak sampai mendidih
Terakhir, masukkan mi, tambahkan garam dan lada. Masak sampai matang :)
Tabur bawang goreng
Sajikan panas :)

Sunday, April 20, 2014

Wisuda TK yang Penuh Makna


Orang bijak mengatakan, dimana pun berada, ambillah yang baik dan tinggalkan yang buruk. Banyak pengalaman berharga yang bisa di ambil dari pendidikan jepang, walau ada juga yang membuat hati ketar ketir khawatir dengan budaya mereka yang bebas.

Salah satu pengalaman berharga yang sempat kami alami di Jepang, adalah saat mengikuti Upacara kelulusan TK atau bisa dibilang wisuda. Diluar dugaaan saya bagaimana biasanya acara anak-anak, wisuda TK ini berlangsung khidmat dan penuh haru, khas orang jepang : resmi, tepat waktu dan tanpa makan-makan, apalagi hiburan. Kebetulan anak saya sekolah di TK swasta, “Shiraume yochien” namanya. Dipilih karena alasan jarak yang dekat dan ada teman indonesia yang juga sekolah di sana.

Setelah kata sambutan dari Kepala sekolah dan pejabat-pejabat daerah, anak- anak dipanggil maju kedepan satu persatu, untuk menerima piagam kelulusan dari kepala sekolah. Teratur dan rapi sekali, anak-anak sudah mengerti kapan bersiap dan berdiri, kapan berbaris disamping dan kapan maju kedepan, Dengan dipandu guru/sensei dan tentu nya sudah dilatih beberapa hari sebelumnya. Kemudian setiap anak yang sudah menerima piagam akan dengan lantang menjawab “Arigatou gozaimasu =  Terima kasih” sambil membungkukkan badan khas orang Jepang kepada kepala sekolah kemudian kepada para hadirin.

Saya berkali kali berdecak kagum, “hey, mereka masih TK”, mereka yang keseharian nya lebih banyak bermain, bercanda dan tentu saja masih sering menangis. Tak percaya rasanya melihat anak-anak usia 6 tahun-an ini bisa bersikap serius dan resmi layaknya wisudawan universitas tapi tetap tidak meninggalkan ke-khas-an mereka sebagai anak. Patut diacungi jempol kebiasaan ini.

Acara juga di isi dengan arahan dan pesan kesan dari kepala sekolah dan pejabat pemerintah. Nasihat mereka ringan, khas gaya bahasa anak-anak tapi bermakna dalam dan membakar semangat berjuang. Anak anak tidak diminta untuk rajin belajar, jadi anak pintar dan berprestasi. Tapi justru di anjurkan untuk menikmati sekolah baru dan harus bersemangat.

Berikut petikan kata sambutan-nya, dalam gaya bahasa Indonesia kurang lebih seperti ini :

Kepala sekolah dengan tenang berkata :
“Waah, kalian mau lulus ya, senang ngga di Shiraume? Anak-anak kompak menjawab  ”senang”. Lalu bertanya lagi “siapa yang mau tetap disini?” tidak ada yang menyahut , lalu sambil pura-pura sedih beliau berkata “wah saya bakalan sabishi (kangen) dong”

“Kalian akan memasuki dunia baru di shougakko (SD), mungkin akan ada yang menangis, tidak mau main dan lain-lain, tapi itu wajar. Berjuanglah di dunia baru itu sambil menikmati hari baru itu, semua hari adalah hari-hari tanoshi (menyenangkan).

”Di shougakko, kalian akan punya teman baru, belajar bersama sama,  campingbersama-sama, berenang, dan saya minta kalian untuk bersenang-senang saat belajar, siap?” Serontak anak-anak menjawab “Haiiikkk!”

“Nanti di SD kalian tunjukkan betapa tekunnya alumni Shiraume, perlihatkan bahwa kalian orang yang gemar ganbatte (semangat berjuang)”

“Jikalau kalian punya waktu, sekali-sekali mainlah kesini, temui adik-adik kalian, mereka akan senang bisa lihat kakak-kakaknya kembali untuk mereka”

Anak anak-pun lebih dianggap sahabat oleh sensei, hubungan guru-murid cair tapi tetap dalam batas sopan. Selama ini saya sering melihat sensei-murid bercanda, bergelayutan tanpa segan. Dan hari itu, saat menunggu acara dimulai, didalam kelas Sensei berkata :
“Saya sangat-sangat sedih berpisah dengan kalian semua, tapi memiliki kalian sebagai sahabat saya, benar-benar menyenangkan buat saya, terima kasih selamanya” sambil menyeka air mata berkali-kali. Dan anak-anak pun berebutan memeluk Sensei yang selama setahun ini membersamai mereka.

Tapi yang lebih berkesan justru ketika pembacaan kesan dan pesan dari perwakilan murid, 2 orang.
“Kami jadi begini (murid baik) karena Sensei2 kami, selamanya kami ingin berterima kasih”
“Kami sering membuat repot, namun sensei-tachi tidak marah, kami berterima kasih”

Begitulah, kata kata mereka mengalir biasa tapi sarat makna

http://edukasi.kompasiana.com/2014/04/20/wisuda-tk-di-jepang-yang-penuh-makna-649562.html

Friday, April 18, 2014

Pizza (step by step)



Siapa yang tidak kenal dengan penganan bernama "Pizza"? Makanan asal Italia ini merupakan salah satu Favorit keluarga kami.
Alhamdulillah berhasil menemukan resep kulit pizza yang gampang, ga repot, ga banyak nimbang dan tentunya enak. Topping nya? disesuaikan dengan yang ada di dapur he he he

Berikut resepnya, sumber dari Cooking Class di acara "Perempuan PKS menyapa Tokyo" (bisa dibaca di sini) bersama Chef Melia :)

Bahan Kulit (diameter 25 cm)
Tepung terigu protein tinggi 170 gram
Gula 1 sdm
Ragi instan 1 sdt
Garam sejumput
Olive/salad Oil
Air Hangat 80-90 ml

Topping (versi saya)
Bawang putih 2-3 siung, geprek lalu cincang.
Bawang bombay 1/4 buah di iris atau cincang
Sosis potong tipis. atau daging cincang atau tuna kaleng
Sayuran : Jamur shitake iris halus, atau paprika, atau jagung pipilan (apa saja yg tersedia di kulkas) :-)
Saus tomat
Basil kering, oregano, garam, merica, gula, 
cara nya : Tumis bawang putih, kemudian bombay. Masukkan sosis/daging, setelah setengah matang masuk sayuran, saus tomat dan bumbu2, cicip untuk mendapat rasa yang pas.

Keju (Melted type)

Cara membuat Kulit Pizza :
1. Didalam mangkuk besar, masukkan terigu, gula, ragi dan air hangat. Aduk dengan spatula sampai menggumpal, tambahkan garam, olive oil .

 

2. Uleni sampai Kalis, kemudian diamkan ditempat hangat sekitar 20 menit (ditutup kain basah/plastik wrap). Saat suhu dingin/winter biasanya saya hangat kan dalam oven 40derajat.
dan saat menunggu ragi bekerja inilah saya biasanya membuat topping :)



3. Adonan akan mengembang lebih kurang 2 kali lipat, kemudian tipiskan adonan berbentuk lingkaran, dan bentuk batas dengan mengunakan jari agar topping tidak meleber keluar.


4. Isi dengan topping sesuai selera dan taburi melted cheese diatas nya
5. Panas kan oven 5-10 menit, kemudian panggang dengan suhu 190-200 derajat (tergantung oven masing2) selama lebih kurang 15-20 menit.

Atau jika tidak punya oven, bisa dengan menggunakan wajan anti lengket. Caranya panas kan dahulu wajan, kemudian letakkan adonan yang sudah di tipiskan, panggang dengan api kecil.
taburi topping, tutup wajan panggang sampai matang dan keju meleleh.





Selamat Mencoba :-)