Showing posts with label jepang. Show all posts
Showing posts with label jepang. Show all posts

Tuesday, June 21, 2016

Melon Pan a.k.a Roti Melon (step by step)


Melon Pan termasuk salah satu roti primadona di Jepang. Dinamai demikian bukan karena memiliki rasa buah Melon, tapi mungkin karena bentuk luar-nya yang mirip. Ternyata untuk membuat roti ini butuh 2 adonan, yaitu  adonan roti biasa dan adonan kue. Adonan kue inilah yang membuat bagian atasnya 'crunchy' atau sensasi garing saat digigit.

Membuat ini terinspirasi dari posting-an Chef Rieska, alhamdulillah tidak sesulit yang dibayangkan, 3F pun senang :).

Melon Pan
Adonan Roti bisa dari resep roti mana saja :). Bisa dari resep roti manis step by step yang ini, atau resep roti tanpa ulen atau resep donat empuk. Kali ini saya memilih resep yang terakhir, resep donat empuk yang juga cocok untuk membuat roti. Saya copy paste lagi disini deh :)

Bahan Roti/Donat (10-12 buah)
200 gram terigu protein tinggi
50 gram terigu protein sedang
100 ml susu cair
50 gram gula pasir
50 gram margarin/mentega
5-6 gram dry yeast (1/2 sachet)
2 kuning telur

Cara membuat

Hangatkan susu, masukkan ragi. Aduk rata dan biarkan sekitar 5 menit
Dalam wadah, campur terigu, gula, dan kuning telur. Aduk rata.
Masukkan susu+ragi kedalam wadah terigu dll. Ulen sampai setengah kalis
Tambahkan margarin, Ulen sampai kalis/tidak lengket lagi
Fermentasi 45-60 menit/lebih kurang mengembang 2 kali lipat. (Saat winter bisa dalam oven 40 derajat selama 20 menit, kemudian biarkan tetap didalam oven sampai total 45-60 menit, memanfaatkan sisa kehangatan yang ada :p --> hemat listrik hehe)
Bentuk bulatan sekitar 10-12 buah, kemudian fermentasi lagi sekitar 15 menit


Bahan Adonan Kue
60 gram gula pasir
50 gram mentega
1 buah telur (40 gram)
140 gram terigu
1/3 sdt baking powder

Cara membuat 
Kocok mentega dan gula sampai menjadi pucat/putih, tambahkan telur lalu terakhir terigu. Bungkus dengan plastic wrap, kemudian simpan di dalam kulkas.
Setelah padat, potong-potong adonan menjadi 10-12 buah, sesuai jumlah bulatan roti :)



Finishing
*bahan tambahan : gula pasir dalam piring kecil

1. Ambil satu potong adonan kue, dalam plastic wrap, tipiskan dengan gilingan kayu
1. Adonan roti setelah fermentasi pertama. 2. Adonan roti yang sudah di bulat-bulat kecil dan fermentasi ke 2
3. Satu potong adonan kue. 4. Adonan kue yang sudah digiling tipis
2. Ambil satu bulatan adonan roti, kemudian tutup bagian atasnya dengan adonan kue yang sudah ditipiskan. Dengan posisi terbalik atau adonan kue dibawah, tempel calon melon pan ke piring kecil berisi gula pasir. 

1,2. Tempel adonan kue yang sudah ditipiskan ke bulatan adonan roti
3. Dengan posisi terbalik, tempelkan ke piring berisi gula pasir. 4. Gula pasir akan menempel
3. Dengan menggunakan pisau, beri motif beberapa jajaran jenjang. Fermentasi kembali 15-20 menit.
Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan selama 15-20 menit 190 derajat.
Beri jarak yang cukup antar roti, agar tidak saling menempel, karena roti akan kembali mengembang cukup besar :)

1. Calon roti yang sudah diberi motif. 2,3 Setelah dibentuk fermentasi kembali 15-20 menit, adonan akan mengembang kembali. 4. Fresh from the Oven
Selamat mencoba :)

Wednesday, February 24, 2016

Warabi Mochi


Sejak mengenal makanan ini, saya langsung jatuh cinta. Kebetulan pertama mencoba saat musim panas, yang memang cocok sekali makan makanan lembut nan dingin seperti ini. Warabi bukan mochi dan bukan juga jelly, tapi tekstur diantara keduanya, bingung ya? nah biar ga bingung coba buat yuk, cara membuatnya gampang lho :)
Resep asli, sebenarnya warabi berasal dari tepung warabi, sejenis sayuran pakis? (saya sendiri belum pernah lihat tepungnya), tapi ternyata bisa diganti dengan tepung maizena (tepung jagung) atau katakuriko (tepung kentang). Rasanya, sama persis dengan yang saya beli di supermarket, senangnya ^^
.
Bakal sering bikin nih kayaknya :), karena anak-anakpun suka.


Berikut resepnya

Warabi Mochi

Bahan
Tepung maizena/katakuriko 50 gram
Gula 2 sdm
Garam sedikit saja
Air teh/ocha 300 ml
---
Air Es untuk rendaman

Cara membuat
Campur semua bahan, panaskan dengan api sedang sampai menggumpal.
Aduk terus sampai adonan menjadi transparan semua. Lalu matikan api.
Aduk lagi sebentar.
Dengan menggunakan sendok, masukkan adonan sedikit demi sedikit kedalam rendaman air es.
Jika panjang, bisa dipotong dengan menggunakan gunting, sehingga adonan jatuh kedalam rendaman.
Siap dibalur dengan tepung kinako

Tepung Balur
Tepung Kinako (tepung kedelai) 3sdm
Gula 1 sdm
garam sedikit

Cara
Campur semua bahan.
--> kalau susah mendapatkan kinako, bisa juga diganti dengan bubuk milo atau bubuk minuman coklat lainnya, walau rasa sedikit berbeda, tapi lumayan enak :)

Finishing
Taruh tepung balur dalam piring
Ambil satu potongan mochi dari rendaman es dan balur ke tepung kinako/milo/coklat
Tata dalam piring
Siap dimakan ^^

Oishiii...

Step by step




Warabi Coklat ^^


Tuesday, February 23, 2016

Guratan atau Gratin



Bisa dibilang ini pasta bakarnya orang Jepang yang diadopsi dari masakan perancis, Gratin. Menurut saya masih bersaudara dengan makaroni schotel hanya saja グラタン (dibaca guratan) tidak pakai telur dan lebih basah dari mak-scho.

Terinspirasi oleh Teh Wida, salah satu chef kesayangan, hehe (bersuami orang Jepang) yang sering berbaik hati memberikan hasil masakannya ke saya (termasuk guratan ini).
Sejujurnya setiap membuat guratan ini tidak pernah pake ukuran, asal cemplung. Tapi saya coba tulis perkiraannya ya^^

Guratan Udang Brokoli

Bahan:

Makaroni/Penne 200 gram, rebus sesuai petunjuk dalam kemasan.
Susu cair 400-500 ml
Tepung terigu 2 sendok makan
Bawang bombay 1/2 buah
Udang sesuai selera, bisa diganti sosis/ayam rebus
Brokoli setengah kuntum (tergantung selera)
Keju melted type/keju leleh/mozarella (sesuai selera, ditabur sebelum di panggang)
Butter untuk menumis secukupnya
Keju permesan
Garam, merica secukupnya
Kaldu blok (saya skip)
Peterselly bubuk secukupnya (boleh di skip)

Cara Membuat

Rebus brokoli dalam air mendidih 2-3 menit, tiriskan.
Tumis bawang bombay dengan butter sampai harum.
Tambahkan garam, merica bubuk ke dalam tumisan bawang bombay.
Masukkan udang, setelah berubah warna tambahkan tepung terigu dan tumis sampai terigu agak menggumpal
Masukkan susu dan keju permesan, aduk dan masak sampai agak mengental. Cicip, tambahkan garam jika kurang asin.
Masukkan makaroni dan brokoli yang sudah direbus sebelumnya
Matikan api
Tuang ke dalam pinggan tahan panas 
Tabur keju leleh dan peterseli bubuk di atasnya.
Panggang guratan sampai taburan keju diatasnya meleleh dan berwarna kecoklatan (atau pilih menu guratan pada oven-microwave jika tersedia)
Siap dihidangkan dengan saus cabe :)


Tuesday, January 26, 2016

Kurimu Pan (Roti Isi Krim)



                                      



Selain Melon Pan, Kurimu Pan ini cukup primadona di toko-toko roti Jepang. Roti lembut berbentuk bunga setengah lingkaran dengan isi krim susu yang banyak, enak banget ^^.


Kurimu Pan/ Roti Isi Krim
Resep Roti (10-12 buah)

Bahan Roti/Donat

200 gram terigu protein tinggi
50 gram terigu protein sedang
100 ml susu cair
50 gram gula pasir
50 gram margarin/mentega
5-6 gram dry yeast (1/2 sachet)
2 kuning telur

Cara membuat

Hangatkan susu, masukkan ragi. Aduk rata dan biarkan sekitar 5 menit
Dalam wadah, campur terigu, gula, dan kuning telur. Aduk rata.
Masukkan susu+ragi kedalam wadah terigu dll. Ulen sampai setengah kalis
Tambahkan margarin, Ulen sampai kalis/tidak lengket lagi
Fermentasi 45-60 menit/lebih kurang mengembang 2 kali lipat. (Saat winter bisa dalam oven 40 derajat selama 20 menit, kemudian biarkan tetap didalam oven sampai total 45-60 menit, memanfaatkan sisa kehangatan yang ada :p --> hemat listrik hehe)
--> langkah 1-5 bisa digantikan dengan langsung memasukkan semua bahan kedalam Homebakery/breadmaker. Pilih icon ulen+fermentasi :)

Bentuk bulatan 10-12, kemudian fermentasi lagi sekitar 15-20 menit


Resep krim susu

Bahan
1 kuning telur ukuran besar
30 g gula
5 g terigu biasa
5 g maizena
100 ml susu
5 g mentega
vanilla esens

Cara membuat

Aduk cepat kuning telur dengan wisk, setelah pucat kasih gula, aduk lagi. tambahkan tepung, kemudian susu. 
Masak sampai mendidih dan mengental. 
Beri mentega, aduk kemudian dinginkan
Krim susu siap digunakan.
Untuk lebih jelasnya, cara membuat krim bisa dilihat disini: http://youtu.be/HS7hy3aCa6U

Finishing
Ambil satu bulatan dough roti, tipiskan. 

Kemudian isi dengan krim susu, lipat sehingga berbentuk setengah lingkaran.
Dengan menggunakan pisau, buat 3-4 garis dibagian tepi.

Fermentasi kembali 15 menit
Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan, 15-20 menit dalam suhu 190 derajat.

Monday, November 30, 2015

Kulit Gyouza



Sebenarnya tak pernah berniat mau membuat kulit gyouza sendiri. Karena kebayang bakal repot dan alhamdulillah kulit gyouza di Belx, supermarket dekat rumah insyaAllah aman dikonsumsi, tidak mengandung alkohol dan hal subhat lainnya.
Tapiii, berhubung baru nyadar disubuh hari bahwa bentou kakak hari ini ada gyoza, hadir lagi 'the power' of terpaksa, hu hu hu. Terpaksa, karena supermarket tentunya belum buka T_T. 

Tapi baiklah, hidup harus terus berjalan..
Bismillah, yuk mari menggiling di pagi hari :D

BTW, Mengenai gyouza dan resep isian-nya bisa baca di gyouza ayam udang



Kulit Gyouza
Bahan

100 gram terigu protein tinggi 
100 gram terigu protein rendah
garam 1 sdt 
100 ml air hangat 

Cara membuat:

1. Campur tepung terigu & garam hingga merata. Ayak beberapa kali jika perlu.
2. Tuangkan air hangat sedikit demi sedikit sambil diuleni. Uleni hingga kalis.
3. Setelah kalis, bentuk 4 buah lonjong dan diamkan dalam wadah selama sekitar 30 menit-1 jam. Tutup dengan kain basah. Saat nya membuat bahan isi, bisa lihat di sini
4. Potong menjadi 6-7 bagian setiap satu buah lonjong adonan, lalu tipiskan tiap potongan dengan penggiling kayu.
5. Untuk mendapatkan bentuk yang bulat cantik, setelah ditipiskan bentuk bulat dengan menggunakan mulut gelas/mangkuk.
6. Agar hasil yang telah ditipiskan tidak menempel satu sama lain, taburi dengan tepung kanji/katakuriko ataupun tepung terigu tiap kali selesai ditipiskan.
6. Hasil bisa langsung dipakai atau disimpan di kulkas dalam plastik kedap udara.

Step by step


Untuk lebih jelas bisa melihat video/youtube di sini

Tuesday, April 7, 2015

Simple Cheese Cake


Simple, karena persiapannya hanya menggunakan blender atau foodprocessor sebentar. 
Terinspirasi dari dapur mama Aydin :D

Simple Cheese Cake


Persiapan

Loyang 20-22 cm, oles mentega
Biskuit 80 gram yang sudah dihancurkan dicampur 40 gram margarin/mentega cair, untuk bagian bawah cake, tekan dan ratakan dalam loyang
dinginkan dalam kulkas


Bahan
Cream Cheese 250 gram, suhu ruang.

Heavy cream atau Whipped Cream cair 200 ml
Gula 85 gram
Terigu 35 gram
Telur 3 butir

Air Lemon 1 sdm
Selai untuk lapisan atas, bisa selai jeruk, blueberry atau strawberry 

Cara membuat
Campur semua bahan menggunakan blender atau food processor sampai tercampur rata, lebih kurang 5 menit,
Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan selama 40-50 menit, 160 derajat.
Setelah dingin, oles selai diatasnya.
Dinginkan dalam kulkas
Siap disajikan.


Enak, pakai banget lho :D

Thursday, February 12, 2015

Chokoreto Mushi Pan (Kue Kukus Coklat)


Seperti biasa, menemukan resep-resep ber'judul' Jepang, adalah akibat menu dari bentou makan siang sekolah si kakak. Dan sudah diduga, sebagaimana umumnya masakan jepang, resepnya gampang, ga ribet dan bahan mudah didapat. Hanya butuh waktu 30 menit! karena ga butuh mikser dan ga dioven, tapi dikukus😍
sumber resep dari cookpad di sini

Chokoreto Mushi Pan (10 buah)

Bahan
Coklat masak (saya pakai ghana /morinaga1 bks^^)
Susu Cair 40 cc
Gula 30 gram
Telur 1 butir L
Terigu protein rendah 70 gram
Baking Powder 3 g/1sdt
(saya menggunakan tepung hotcake jadi tidak perlu penambahan BP lagi :))
chocho cip atau raisin/kismis (boleh di skip)

Cara masak
Lelehkan coklat bersama susu cair, bisa dengan microwave
Tambahkan gula dan telur, aduk dengan wisk
Tambahkan tepung dan BP
Terakhir masukkan chochocips/raisin, aduk rata
Masukkan dalam cetakan bolu kukus atau wadah silikon yang sudah di alasi kertas roti/aluminium foil.
Kukus selama 12-15 menit dalam dandang yang sudah dipanaskan dan ditutup serbet.
Siap dihidangkan 

Gampang bukan? ^_^

Tuesday, February 10, 2015

Kinako Age Pan


*Kinako : tepung dari Daizu (kedelai), biasa digunakan orang jepang saat makan mochi atau warabi (masih saudara-an dengan mochi, cuma lebih mirip jelly--> warabi ini kesukaan saya dimusim panas ^_^)
*Age : Goreng
*Pan : Roti


Jadi kinako age pan adalah roti goreng berbalut tepung kedelai. Pertama kenal ini akibat menu bentou sekolah kakak, sehingga menelusuri om google dan ketemulah resepnya. Intinya adonan roti biasa (campuran protein tinggi dan rendah/sedang) yang digoreng, seperti donat :). Biasanya bentuk yang dijual ditoko panjang seperti roti hotdog, tapi kali ini saya buat agak pendek krn sedang memakai wajan kecil agar hemat minyak goreng hehe.

Resep dough roti bisa pakai adonan apa saja : resep roti 1roti tanpa ulen atau donat/roti ncc. Kali ini saya pakai resep yang ketiga. Saya copy paste disini lagi ya :)


Kinako Age Pan (15-18 buah ukuran sedang)

Bahan
Adonan/dough Roti
Tepung Kinako
Minyak goreng

Bahan Adonan/Dough Roti/Donat
200 gram terigu protein tinggi
50 gram terigu protein sedang
100 ml susu cair
50 gram gula pasir
50 gram margarin/mentega
5-6 gram dry yeast (1/2 sachet)
2 kuning telur

Cara Membuat
Hangatkan susu, masukkan ragi. Aduk rata dan biarkan sekitar 5 menit
Dalam wadah, campur terigu, gula, dan kuning telur. Aduk rata.
Masukkan susu+ragi kedalam wadah terigu dll. Ulen sampai setengah kalis
Tambahkan margarin, Ulen sampai kalis/tidak lengket lagi
Fermentasi 45-60 menit/lebih kurang mengembang 2 kali lipat. (Saat winter bisa dalam oven 40 derajat selama 20 menit, kemudian biarkan tetap didalam oven sampai total 45-60 menit, memanfaatkan sisa kehangatan yang ada :p --> hemat listrik hehe)
--> langkah 1-5 bisa digantikan dengan langsung memasukkan semua bahan kedalam Homebakery/breadmaker. Pilih icon ulen+fermentasi :)
Bentuk adonan menjadi bulatan panjang/lonjong. fermentasi kembali 20 menit
Goreng dalam minyak banyak dan api kecil.

Finishing
Setelah roti goreng tidak terlalu panas dan belum terlalu dingin, Balur dengan tepung kinako.
siap dihidangkan :)

Step by step kinako age pan

Wednesday, December 17, 2014

Karaage a.k.a Ayam Goreng Tepung ala Jepang


Umum-nya makanan jepang itu adalah 'simple'. Begitu juga dengan ayam goreng-nya. Tidak perlu banyak bumbu pun ga ribet, cocok untuk masakan kilat. Walau tidak perlu dilapis 2 kali dengan tepung dan perantara telur (versi K*C), Karaage ini tetap garing, krenyes krenyes. karena menggunakan campuran katakuriko (tepung sagu).

Berikut resepnya, -versi saya hehe-

Karaage

Bahan dan cara memasak
Dada ayam, potong-potong sesuai selera. -saya potong kecil/tipis agar bumbu meresap kedalam-.
Beri shiokoshou (garam, merica), irisan jahe dan bawang putih halus bisa juga menggunakan garlic paste, diamkan 15-20 menit agar bumbu meresap. Untuk shiokoshou saya menggunakan produk andalan murah meriah (ada di hyakuen shop). sepertinya mengandung kardu ikan, jadi enak untuk masakan apa saja :).  
Balur ayam dalam tepung campuran katakuriko (tepung sagu) dan terigu dengan perbandingan 1:1
Goreng sampai matang

Gampang bukan? :)



Saturday, November 15, 2014

Segarnya Kerja Bakti di Danchi




Danchi adalah perumahan subsidi milik pemerintah di Jepang, mungkin sejenis rusun kalau di Indonesia. Tetapi kualitasnya bagus, tak kalah dengan apartemen atau mansion swasta.
Target utama adalah para lansia, pensiunan, keluarga besar (anak lebih dari 2), yang pendapatannya dibawah rata-rata. Termasuk penerima beasiswa seperti kami hehe.


Di Danchi inilah kami juga belajar bagaimana berinteraksi dan sosialisasi, suasana dan keadaannya sangat berbeda dengan Tokyo pada umumnya, yang agak terkesan asosial. Di sini masih terbiasa basa-basi, sapaan hangat dipagi hari, ada acara kebersamaan, penyambutan anak SD baru, morning coffee di hari Minggu dan lainnya.

Nah, karena tidak ada jasa cleaning service, sebulan sekali diadakan kerja bakti yang mewajibkan masing-masing keluarga mengirimkan wakilnya. Biasanya yang turun adalah suami, tapi kebetulan hari ini bapak nya anak-anak sedang ada seminar, jadilah yang turun saya dan duo F. 

Di tempat berkumpul, sudah tersedia alat-alat kebersihan lengkap. Dimulai dari sapu, serokan, pemotong rumput, plastik sampah sampai sarung tangan kerja. Begitulah negara ini, persiapan untuk apapun hampir selalu sempurna, semua dimudahkan. Masing-masing lantai sudah diberi kavling tugas, daerah atau bagian mana dari lingkungan danchi yang harus di bersihkan

Yang unik, anak-anak diminta untuk turut berpartisipasi, di minta memakai sarung tangan dan diberi sapu, termasuk Fahri (2 thn). Tentu saja mereka senang, "cara baru bermain" dan bangga pastinya, sudah "di anggap" dan diberi kepercayaan layaknya dewasa. Apalagi setelah selesai di beri hadiah pula, masing-masing 1 botol juz coconut mix Kagome 720 ml! dingin dan segar (orang tua ga dikasih hehe, kodomo dake -anak-anak saja-!) 

Jadi berapapun umurnya, semua terjun. Memang mayoritas adalah para lansia, yang memang penghuni terbanyak di Danchi :).
Kegiatan ini ditutup dengan, absen. berkumpul kembali, dipanggil satu-satu berdasarkan lantai dan nomor rumah. Kemudian bagi yang mau, disediakan kopi gratis dan fasilitas karaoke di ruang bersama (morning cafe). 

Thursday, October 2, 2014

Berburu Buah Pohon Oak/Ek (Donguri)

Dahulu, pertama kenal pohon Oak/Ek hasil membaca buku serial detektif 5 sekawan. Langsung yang terbayang sebuah pohon yang besar, rindang, daun menjuntai kebawah dan seram. Belakangan saya baru tahu ternyata pohon yang banyak di sekeliling rumah kami adalah pohon Oak ini, selain pohon Sakura tentunya.

Ternyata biasa aja pohonnya, tidak se-seram seperti yang dibayangkan, mungkin karena yang saya temui adalah pohon Oak yang masih muda kali ya :). Bahkan pohon ini punya buah atau biji yang lucu :どんぐり/ donguri namanya, dalam bahasa Inggris disebut 'acorn'. Anak-anak suka memungutnya , untuk dijadikan mainan atau ditambahkan dalam prakarya. Dan hasil searching di google biji didalamnya bisa dimakan, asal mau repot sedikit mengolah .


Lucu ya bijinya? :)

Di Jepang bahkan biji ini menjadi satu lagu legendaris anak-anak yang terkenal, hampir semua anak disini hafal, termasuk anak saya yang pendatang baru. :)


berikut lagu nya


*どんぐり ころ ころ*


どんぐりころころ ドンブリコ

お池にはまって さあ大変

どじょうが出て来て 今日は

坊ちゃん一緒に 遊びましょう


どんぐりころころ よろこんで

しばらく一緒に 遊んだが

やっぱりお山が 恋しいと

泣いてはどじょうを 困らせた


Romaji


Donguri korokoro donburiko

Oike ni hamatte saa taihen

Dojou ga detekite konnichiwa

Bocchan isshoni asobimashou


Donguri korokoro yorokonde

Shibaraku isshoni asonda ga

Yappari oyama ga koishii to

Naitewa dojou o komaraseta



English Translation

An acorn rolled down and down,

Oh no, he fell into a pond!

Then came the loach and said Hello,

Little boy, let's play together.


Little rolling acorn was so happy

He played for a little while

But soon he started to miss the mountain

He cried and the loach didn't know what to do.

Wednesday, October 1, 2014

SD di Jepang : Sehat, Mandiri dan Ceria

Usia 6 Tahun mempunyai banyak makna di Negeri Sakura. Bisa dikatakan merupakan batu loncatan pertama dari kanak-kanak ke fase baru yang lebih menantang, dengan kewajiban serta kemandirian yang lebih tinggi. Seorang anak boleh melanjutkan ke SD atau shougakkou jika pada tanggal 1 April usianya sudah 6 tahun. Peraturan terkait batas umur ini ketat sekali, kurang 1 hari saja tidak diperbolehkan untuk masuk.

Siswa kelas 1 SD ini disebut ichi nensei (tahun pertama). Merupakan suatu "pangkat" yang istimewa. Mereka mulai memakai randoseru, sejenis tas ransel khusus khas Jepang yang harga normal berkisar 50-80 ribu yen (5-8 juta rupiah). Budayanya nenek-kakeklah yang berkewajiban membelikan sebagai hadiah :).Memang terbilang mahal, tapi umumnya kualitas bagus dan garansi selama 6 tahun. Jadi merupakan hal yang sangat wajar jika ransel anak SD di Jepang selama 6 tahun tidak pernah ganti. Bahkan, saat mereka lulus pun kualitas tas ransel ini masih bagus, sehingga tak jarang masih bisa di jual di recycle shop.

sumber foto randoseru
Seorang anak SD akan berangkat sekolah sendiri tanpa diantar-jemput orang tua, tetapi mereka harus bersama-sama siswa lain yang rumahnya berdekatan. Anak-anak dikelompokkan menjadi grup dan sekolah telah menentukan tempat bertemunya mereka dipagi hari. Yang menjadi ketua rombongan adalah anak kelas tertinggi yang ada dalam grup tersebut, biasanya siswa kelas 6. Sekitar 2 minggu sebelum hari pertama sekolah, Anak saya sudah mendapat kartu pos dari siswa kelas 6 yang berisi ajakan berangkat sekolah bersama dan tertera jam serta tempat dimana harus kumpul, (hebat ya :)).

Salah satu spot, tempat kumpul untuk kemudian bersama-sama ke Sekolah dalam barisan yang rapi.
Untuk keamanan, anak SD diwajibkan selalu membawa -bouhan bozai-, yaitu sebuah alat sejenis alarm gantung yang jika ditekan akan mengeluarkan bunyi keras. Anak-anak akan mengaktifkan alarm ini jika ada sesuatu atau seseorang yang mencurigakan atau membahayakan. Jika ada dewasa yang mendengar suara ini, maka diharapkan segera menuju sumber suara dan membantu, atau jika perlu menghubungi pihak berwajib. Khusus untuk anak kelas 1, selama setahun pertama mereka wajib menggunakan topi dan cover kuning pada tas randoserunya (bisa dilihat difoto paling atas :)), yang maksudnya bahwa anak ini masih harus lebih di perhatikan (anak baru-red).
Alarm keamanan atau bohan bouzai, sumber foto di sini
Tingkatan pendidikan di Jepang sama dengan di Indonesia yaitu 6 tahun SD, 3 tahun SMP, tiga tahun SMA dan Perguruan Tinggi. Pendidikan dasar (SD-SMP) tidak mengenal ujian kenaikan kelas, jadi siswa yang telah menyelesaikan proses belajar di kelas satu secara otomatis akan naik ke kelas dua, demikian seterusnya. Ujian akhir kelulusan juga tidak ada, sehingga siswa yang telah menyelesaikan studinya di tingkat SD dapat langsung mendaftar ke SMP dengan sistem rayon.

Sebenarnya, sifat dan karakteristik kurikulum di Jepang hampir sama dengan kurikulum SD di Indonesia. Hanya yang membedakan adalah pada mata pelajaran kebiasaan hidup yang umumnya diajarkan di kelas 1 dan 2. Tujuan utama diajarkan mata pelajaran ini adalah untuk mengenalkan dan membiasakan anak-anak pada pola hidup mandiri. Anak terbiasa membereskan peralatan belajar sendiri, merapihkan kelas, piket membersihkan toilet (tidak ada petugas kebersihan khusus di sekolah) dan bergiliran menjadi penyedia makan siang teman-teman (tentang makan di sekolah sudah saya tulis di sini). Di sini lebih mendahulukan memperkenalkan tata cara kehidupan sehari-hari.

Kegiatan akademik, umumnya berlangsung dari jam 8 pagi sampai 3 sore. Tetapi biasanya ada pelajaran tambahan untuk siswa kelas 4 ke-atas. Pembelajaran utama seperti bahasa (Jepang) dan berhitung mempunyai porsi yang lebih dibanding pelajaran lainnya. Sedangkan pelajaran moral diajarkan tidak secara khusus dalam mata pelajaran tertentu, tetapi diajarkan oleh wali kelas sejam seminggu atau diintegrasikan melalui pelajaran lain. Para murid juga disibukkan dengan pendidikan bersifat estetik berupa musik dan menggambar, jadi wajar saja anak Jepang dari kecil skill menggambar dan bermain musik rata-rata sudah bagus (bukan hanya bisa menggambar 2 gunung legendaris seperti saya hehe). Begitu juga dengan kegiatan olahraga, porsi nya sangat besar. Hampir tiap hari anak didik diberikan mata pelajaran tersebut. Mungkin ini juga yang membuat anak Jepang jarang yang obesitas, selain pola makan yang sehat. Dimusim panas, olahraga lebih sering berupa berenang, hampir setiap hari. oiya, rata-rata SD di jepang mempunyai kolam renang sendiri lho!

Lapangan olahraga yang luas



Ruang kelas tidak kaku, tidak ada foto presiden atau pejabat lainnya. Di setiap dinding hampir semua di tempel dengan hasil karya anak-anak, daftar piket makan, kosa kata bahasa jepang, juga ada perpustakaan mini dan beberapa tumbuhan hidup untuk sarana belajar.

Suasana dalam kelas, posisi kursi-meja bisa di ubah, semua menghadap kedepan atau berkelompok
Yang tak kalah menyenangkan, kegiatan belajar tidak hanya di dalam kelas. Secara berkala mereka mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan lahan pertanian atau perkebunan untuk belajar memetik teh, jeruk, menggali umbi-umbian, bahkan belajar menanam padi di sawah (biasa nya di daerah luar Tokyo). Anak saya sampai hafal banyak jenis serangga dan tak jijik atau takut memegangnya. Dilain waktu, siswa secara berkelompok diajarkan cara menumpang kereta (densha) untuk melatih kemandirian.

Selain itu ada kegiatan wawancara dengan orang-orang tertentu sebagai narasumber, bisa tetangga atau orang-orang yang lewat di jalan. Saya pernah melihat anak sekolah yang sedang mewancarai turis. Semua percaya diri, tak terlihat malu-malu dan pihak yang diwawancarai pun menjawab dengan serius, walau pewawancara hanyalah anak kecil, hebat!. O iya, anak-anak ini dari kelas 1 sudah dibiasakan untuk "berbicara" baik di tempat duduk maupun maju ke depan. Ini adalah hal yang saya catat baik-baik ketika datang ke sekolah. Ada sesi yang mana sensei menyebutkan sesuatu atau menanyakan sesuatu dan setelahnya hampir semua anak menunjuk tangan, tanda ingin menjawab. Setiap ada pertanyaan, selalu begitu. Semua berteriak : "haaik" seraya menunjuk tangan. Tidak penting jawabannya benar atau tidak. Sungguh membuat saya berdecak kagum, teringat kala sekolah dulu, jarang sekali saya dan teman-teman sekelas berani menjawab, bahkan lebih sering menunduk dalam-dalam agar tidak ditunjuk oleh guru :p. Dilain waktu siswa juga mendapat tugas membuat penelitian-penelitian kecil untuk dipresentasikan di depan kelas.

Tugas liburan pun umumnya yang merangsang kreativitas dan tanggung jawab, misalnya merawat tanaman bunga "asagao" yang harus ditulis perkembangannya, berkreasi dengan barang bekas, meminjam dan membaca buku di perpustakaan dan banyak kegiatan seru lainnya.

Intinya bermain sambil belajar : Sehat, Mandiri dan Ceria :)


Thursday, August 14, 2014

Himawari no Yakusoku (ost Stand by Me-Doraemon)




Agustus 2014 di Jepang sedang masa-masa heboh nya film Stand by Me Doraemon (STAND BY ME ドラえもん). Sebuah film animasi 3D based on the Doraemon manga series (serial komik-red), garapan sutradara terkenal Takashi Yamazaki and Ryūichi Yagi. Setiap hari, sering sekali iklan nya muncul di TV :). Dan tanpa sadar membuat si kakak hafal sountrack nya yang berjudul 'Himawari no Yakusoku' @_@, Ibunya bisa juga sih ngikutin, tapi diganti na na na hehehe. 

Film ini tayang pertama kali tanggal 8 Agustus 2014. Tapi sejak sebelumnya sudah banyak promosi yang dilakukan, Salah satunya adalah keberadaan puluhan patung doraemon beserta pintu ajaib di Roppongi hills, salah satu pusat kota Tokyo. Alhamdulillah menjadi alternatif hiburan gratis musim panas buat kami :). Dan sepertinya promosi-promosi yang dilakukan berhasil,  bisa dilihat dari angka penjualan tiket yang luar biasa. Dilansir Anime News Network, Selasa (12/8/2014), debut penayangan `Stand By Me Doraemon` di Jepang sukses terjual hingga 554.911 tiket di akhir pekan pertama. Hal itu membuatnya berada di posisi puncak box office dengan pendapatan 767.248.000 yen (sekitar Rp 87,2 miliar) dari 319 layar bioskop.

Hasil menonton soundtrack nya saja sukses membuat saya yang memang gampang mellow ini terharu, selain karena adegan yang ditampilkan yang sedih-sedih, liriknya pun bagus sekali menurut saya :'). Dan memang kata sebuah survei di internet, menyatakan bahwa ada sekitar 88,4 persen responden mengaku menangis saat menonton film ini.  Terutama saat Nobita harus berpisah dengan  Doraemon, robot kucing kesayangannya ini :')


@ Roponggi Hills, Tokyo

Pintu Ajaib, @Roponggi Hills

Soundtrack nya bisa dilihat di sini atau di sini
dan berikut lirik lagu nya :)

Motohiro Hata - 'Himawari no Yakusoku'

Doushite kimi ga naku no
Mada boku mo naite inai noni
Jibun yori kanashimu kara
Tsurai no ga dotchi ka wakaranaku naru yo

Garakutadatta hazu no kyou ga
Futari nara takaramono ni naru

Soba ni itai yo
Kimi no tame ni dekiru koto ga
Boku ni aru kana
Itsumo kimi ni zutto kimi ni
Waratteite hoshikute

Himawari no youna
Massugu na sono yasashisa wo
Nukumori wo zenbu

Korekara wa boku mo Todokete ikitai
Koko ni aru shiawase ni Kidzuita kara

Touku de tomoru mirai Moshimo bokura ga hanarete mo
Sorezore aruite yuku Sono saki de mata deaeru to shinjite

Chiguhagu datta hazu no hohaba Hitotsu no you ni ima kasanaru

Soba ni iru koto
Nanigenai kono shunkan mo Wasure wa shinai yo
Tabidachi no hi Te wo furu toki Egao de irareru you ni

Himawari no youna
Massugu na sono yasashisa wo
Nukumori wo zenbu

Kae shita ikeredo
Kimi no koto dakara
Mou juubun da yotte
Kitto iu kana

Soba ni itai yo
Kimi no tame ni dekiru koto ga
Boku ni aru kana
Itsumo kimi ni zutto kimi ni
Waratteite hoshikute


Translate

Mengapa kau menangis? padahal aku masih belum menangis
Betapa menyedihkannya aku, bahkan aku tak tahu apa yang salah dengan diriku ini
Hari ini akan menjadi harta karun bagi kita berdua

Apakah aku masih memiliki kesempatan untuk berada disampingmu?
Kau dan aku selalu tertawa, itulah yang selalu ingin kulihat
Kau yang lembut seperti bunga matahari dengan semua kehangatannya
Sekarang aku juga ingin memberitahumu, karena aku sudah merasa bahagia disini

Kita bahkan sering menyapa masa depan dari kejauhan
Aku percaya masa depanmu akan lebih baik jika seperti ini
Aku selalu mengharapkanmu sebagai satu langkah yang aku tempuh

Jangan pernah lupakan saat-saat kau berada disini, disampingku
Kau tetap tersenyum saat berjabat tangan sebelum kita berpisah
Kau yang lembut seperti bunga matahari dengan semua kehangatannya
Bila kau ingin kembali, bisakah kau mengatakannya dengan cukup yakin?

Apakah aku masih memiliki kesempatan untuk berada disampingmu?
Kau dan aku selalu tertawa, itulah yang selalu ingin kulihat
Kau yang lembut seperti bunga matahari dengan semua kehangatannya


Sekarang aku juga ingin memberitahumu, karena aku sudah menemukan arti kebahagiaan yang sesungguhnya

Udon Goreng


Cara asyik makan udon, versi yang lain lagi!!
Tak kalah enak dengan Kitsune-Saba Udon

Layak untuk dicoba nih :).
Berikut resepnya (3 porsi dewasa)

Bahan :
450-500 gram udon, rebus kemudian cuci bersih (udon, bisa diganti mie kuning)
Sosis/chikuwa 4-5 buah, iris serong
Telur 2 butir, didadar tipis kemudian di potong panjang
Kol dan Jamur, iris sesuai selera
Bawang putih 2-3 buah
kemiri 2 buah
Bawang merah 4 siung atau, bombay 1/4 buah
Saus tiram 2 sdm
Kecap 1-2 sdm
garam, merica secukupnya
Minyak goreng untuk menumis
Bawang daun dan seledri
Cabe diris jika ingin pedas :)
Bawang goreng

Cara memasak :
Haluskan bawang putih dan kemiri, iris bawang merah atau bombay.
Potong semua bahan/sayur.
Panaskan minyak, tumis bumbu halus, tambahkan bawang merah/bombay. Setelah wangi masukkan sosis/chikuwa dan jamur.
Tumis sebentar, tambahkan kol, garam, merica, saus tiram dan kecap.
Masukkan udon, masak sampai matang,
Terakhir, masukkan irisan daun bawang dan seledri, matikan kompor.
Tabur bawang goreng
....dan siap disajikan :)

Wednesday, August 13, 2014

Kitsune-Saba Udon

Kitsune-Saba Udon
Udon, atau mie besar khas Jepang ini sering menjadi alternatif dikala anak-anak sedang mogok makan nasi. Biasa nya mengolah dengan sederhana saja, yaitu udon dengan kuah tsuyu.
Tapi kali ini ingin sesuatu yang berbeda, dan tercetuslah ide membuat kitsune-saba udon ini.
eh.. ternyata enak lho mbak sis, mas bro!

Sesuai namanya
Kitsune : dari aburage, atau kulit tahu
Saba : sejenis ikan tongkol, tapi yang saya pakai saba kaleng alias ikan sarden kalau di Indonesia hehe. tapi bisa juga diganti dengan tuna kaleng :)

Berikut Resep-nya

Bahan :
Udon 450-500 gram, direbus kemudian cuci dengan air.
Aburage 3-4 lembar, rendam dengan kuah tsuyu dengan perbandingan tsuyu:air = 1:3, total sekitar 200 cc, atau aburage terendam semua, biarkan sekitar 15 menit
Saba 1/2 kaleng, atau tuna 1 kaleng
Air  sekitar 500 cc
Bawang putih 2 siung, geprek kemudian cincang
Bombay 1/5 buah uk besar, iris halus
Garam, merica, dashi (kaldu ikan)
Irisan daun bawang dan nori potong untuk topping.
Cabe jika ingin pedas

Cara masak :
Tumis bawang putih, menyusul  bombay dan cabe iris (kalau saya menambahkan cabe diakhir setelah memisahkan jatah anak-anak)
Masukkan ikan saba, tumis sebentar
Tambahkan air, menyusul aburage beserta air rendaman tsuyu-nya. kemudian garam, merica dan dashi.
Masak sampai mendidih.

Penyajian
Masukkan udon ke dalam mangkuk/wadah, siram dengan kuah dan aburage.
Beri topping

Siap dihidangkan :)

Monday, August 11, 2014

Lontong (beras jepang)


Beras jepang ini unik, lengket tapi enak serta sehat.
Katanya beras jepang ini adalah beras terbaik sedunia (walau ada tingkatan nya juga sih, biasanya yang mahal kualitas nya pun bagus).
dan pernah baca juga, katanya beras jepang ini lebih bagus nutrisinya dari beras merah Indonesia (mungkin salah satu alasan mengapa orang Jepang walau banyak makan nasi, jarang ada yang obese hehe, tapi ini tentunya didukung juga oleh aktivitas fisik mereka yang tinggi dan kegemaran mereka makan sayur/buah dan ikan)).

Akan tetapi untuk orang indonesia yang penggemar lontong, terutama saat lebaran, beras jepang kurang cocok untuk dibuat lontong dengan cara biasa, maksudnya beras dimasukkan dalam plastik/ketupat kemudian direbus, karena beberapa kali saya gagal atau jadi tapi lontongnya lembek >_<

Akhirnya ketemu-lah beberapa cara agar lontong sesuai yang diharapkan menggunakan beras jepang ini :)

cara 1
Masak nasi dengan jumlah air yang sedikit lebih banyak dari biasanya.
setelah matang dan nasi masih panas, gulung dengan menggunakan aluminium foil dan makisu ( tikar penggulung sushi), sampai berbentuk gelondongan padat. Akan lebih enak dan wangi jika antara aluminium foil dan nasi di lapisi dengan daun pisang :).
Tekan bagian ujung gelondongan nasi tadi kearah dalam, agar makin padat dan nasi tidak keluar.
Kemudian simpan dikulkas sekitar 6-8 jam, lontong siap disajikan,


cara 2.Sama seperti cara 1, hanya saja setelah digulung padat, gelondongan lontong di rebus sekitar 1 jam, atau 30 menit dengan panci presto.
dinginkan, dan lontong siap disajikan

Lontong yang dibuat dengan cara 2 lebih bagus hasilnya dibanding cara 1 :)



Wednesday, July 16, 2014

Time-capsule Fahira





Menjelang wisuda TK Fahira akhir Maret 2014 lalu, ada edaran dari TK untuk anak-anak menggambar bagaimana keadaan mereka saat mereka berumur 20 tahun. Setelah menggambar, dengan sedikit warna-warni krayon, Fahira lalu menyerahkannya ke Yuki-sensei (guru TK kelas Fahira) dan dikumpulkan sekelas untuk dimasukkan ke dalam 'Time Capsule'.
Kita mengira awalnya ini adalah sekedar lucu-lucuan saja biar wisuda makin seru.
Lalu minggu lalu kami terima album kenang-kenangan TK Adachi-Shiraume, TK-nya Fahira. Selain berisi banyak sekali foto-foto aktivitas Fahira di TK, ternyata ada ajakan sebagai berikut:

"Jadwal Membuka Time Capsule, harap kumpul di TK Adachi-Shiraume pada jam 10 pagi, hari Sabtu, 15 Januari 2028"

MashaaAllah, anak-anak ini diajak untuk memvisualisasikan mimpi-mimpi yang mereka ingin mereka wujudkan pada umur 20 tahun melalui gambar yang mereka buat sendiri saat berumur 6 tahun.
Lalu mereka diminta berkumpul kembali pada jadwal yang sangat detail di masa depan tahun 2028, tepat saat mereka semua berumur 20 tahun. Disaat itu, mereka (inshaaAllah) akan membandingkan mimpi mereka sebagai anak kecil, dengan pencapaian-pencapaian mereka sebagai remaja.
Saat itu (inshaaAllah), Fahira akan bertukar banyak sekali cerita dengan teman-teman lamanya.
Berbagi kembali kisah-kisah seru ketika mereka belajar berenang pertama kali.
Mengenang-kenang saat mereka belajar beraneka-ragam bunga dan buah-buahan saat field trip.
Akan ada tawa, namun banyak tangis haru.
Bahwa mereka pernah menjadi bagian dari Adachi-Shiraume dan merasakan langsung pendidikan khas ala Jepang di masa kecil.

Semoga Allah kasih saya dan Yayangda Lusiana Sofyan umur yang cukup untuk mengantar Fahira kembali membuka Time Capsule di tahun 2028.
Dan semoga Allah menjadikan diri kita lebih baik dari apa yang pernah kita mimpikan, Aamiin

Abu fahira