Friday, August 1, 2014

Donat (Jco style :p)





Kenapa saya sebut Jco style? karena memang mengharapkan donat yg empuk dan lembut seperti yang di jual di resto Jco Indonesia :-)

Dan walau agak repot serta lumayan membutuhkan banyak waktu, ternyata hasilnya tidak mengecewakan, memang enak, empuk dan fuwa-fuwa alias lembut walau sudah dingin.

Resep asli di sini , saya modifikasi sedikit :-)

Bahan A 
225 gram tepung terigu protein tinggi
7 gram ragi instant
1/8 sendok teh garam halus
150 ml air hangat (saya campur dengan susu cair, krn sedang tidak punya susu bubuk utk bahan B hehe)

Bahan B
50 gram terigu protein tinggi
15 gram susu bubuk full cream (saya skip, ganti susu cair yg dicampur air putih di bahan A)
30 gram mentega putih (saya pakai margarin biasa 15 gram + shortening 15 gram)
30 gram gula pasir
1/2 butir telur, dikocok lepas (saya pakai kuningnya saja 1 butir)

Cara memasak
Pertama campurkan semua bahan A jadi satu, aduk aduk rata dan adonan ini selama 90 menit diwadah tertutup




2. Selanjutnya setelah waktu cukup dan sudah mengembang, campur dengan bahan B, uleni sampai elastis kurang lebih 10 menit



ket gambar :
1. Bahan B
2, Bahan A yang sudah mengembang dicampur dengan bahan B
3. adonan A dan B yang sudah tercampur rata

3. Kemudian tutup dan diamkan adonan donat JCO selama 15 menit

4. Lalu gilaslah adonan setebal 1 cm, diamkan lagi 10 menit (akan mengembang kembali)




5. Bentuk adonan sesuai selera dan diamkan selama 10 menit




6. Terakhir panaskan minyak goreng diatas api kecil sampai matang.

Wednesday, July 16, 2014

Time-capsule Fahira





Menjelang wisuda TK Fahira akhir Maret 2014 lalu, ada edaran dari TK untuk anak-anak menggambar bagaimana keadaan mereka saat mereka berumur 20 tahun. Setelah menggambar, dengan sedikit warna-warni krayon, Fahira lalu menyerahkannya ke Yuki-sensei (guru TK kelas Fahira) dan dikumpulkan sekelas untuk dimasukkan ke dalam 'Time Capsule'.
Kita mengira awalnya ini adalah sekedar lucu-lucuan saja biar wisuda makin seru.
Lalu minggu lalu kami terima album kenang-kenangan TK Adachi-Shiraume, TK-nya Fahira. Selain berisi banyak sekali foto-foto aktivitas Fahira di TK, ternyata ada ajakan sebagai berikut:

"Jadwal Membuka Time Capsule, harap kumpul di TK Adachi-Shiraume pada jam 10 pagi, hari Sabtu, 15 Januari 2028"

MashaaAllah, anak-anak ini diajak untuk memvisualisasikan mimpi-mimpi yang mereka ingin mereka wujudkan pada umur 20 tahun melalui gambar yang mereka buat sendiri saat berumur 6 tahun.
Lalu mereka diminta berkumpul kembali pada jadwal yang sangat detail di masa depan tahun 2028, tepat saat mereka semua berumur 20 tahun. Disaat itu, mereka (inshaaAllah) akan membandingkan mimpi mereka sebagai anak kecil, dengan pencapaian-pencapaian mereka sebagai remaja.
Saat itu (inshaaAllah), Fahira akan bertukar banyak sekali cerita dengan teman-teman lamanya.
Berbagi kembali kisah-kisah seru ketika mereka belajar berenang pertama kali.
Mengenang-kenang saat mereka belajar beraneka-ragam bunga dan buah-buahan saat field trip.
Akan ada tawa, namun banyak tangis haru.
Bahwa mereka pernah menjadi bagian dari Adachi-Shiraume dan merasakan langsung pendidikan khas ala Jepang di masa kecil.

Semoga Allah kasih saya dan Yayangda Lusiana Sofyan umur yang cukup untuk mengantar Fahira kembali membuka Time Capsule di tahun 2028.
Dan semoga Allah menjadikan diri kita lebih baik dari apa yang pernah kita mimpikan, Aamiin

Abu fahira

Ramadhan nya si Ichi Nensei


Rasa nya menjadi kelas 1 SD telah merubah banyak hal pada anak pertama saya ini. Seperti sikap nya sebagai orang asing dan satu-satu nya muslim di koudo shougakkou. Dimulai dari kerelaan hatinya untuk konsisten berjilbab,pun saat berenang. Berbesar hati ketika harus  makan bento full dari rumah, kemudian ketegasannya saat ditawarkan makanan oleh teman dan senseinya.

Begitu juga Ramadhan tahun ini, umur nya 6 tahun. Saya tidak memaksanya untuk puasa full di weekdays, karena selain musim panas menyengat serta lama (16,5 jam) kegiatan SD disini banyak aktivitas outdoor nya. Kalau weekend, insyaAllah sampai magrib, walau sahur molor :)

Ada 2 kejadian baru-baru ini yang membuat saya tercenung dan terharu.

Kejadian pertama adalah saat dia bertanya sampai kapan kita puasa, sampai tanggal berapa. Saya pikir karena dia mengeluh, puasa kok lama sekali? hehe. Belakangan saya baru tahu setelah melihat buku renrakuchou (buku pengantar orang tua-murid), ternyata si F cerita ke senseinya kalau sedang puasa, kemudian sensei nya bertanya sampai kapan. karena saat itu belum tahu jawabannya, jadi bertanya dulu sama ibu nya dan jawaban nya di tulis sendiri dibuku renrakuchou (gambar bawah kiri)  T_T.
ibu nya memang ga kepikiran ngasih tau sensei, hiks.

sensei pun merespon : taihen desu ne (berat yaa).
gapapa ya nak, taihen taihen di dunia, tanoshi tanoshi di akhirat, insyaAllah ..Aamiin

Kejadian kedua, saat 2 orang temannya datang kerumah, menjemput untuk membuat PR dan bermain bersama. Nah salah satu kebiasaan anak-anak jepang, saat  bermain terutama musim panas adalah membawa suito (botol minum). terjadilah dialog berikut

Y-chan : fahira, Suito wa? (botol minumnya mana?)
F : ee, bla bla asa kara, yoru made. mizu nomanai, oyatsu tabenai bla bla (intinya jelasin kalau sedang puasa, jadi tidak makan minum dari pagi sampai sore/malam)
Y dan A chan : eee, sokka,

Alhamdulillah, walau tidak selalu full, setidaknya sudah memahami hakikat puasa dan bisa menjelaskan ke teman dan sensei mengenai puasa ini,

Dan minggu lalu kami mendapat jadwal untuk bertemu langsung dengan Kosuji-sensei (guru kelas Fahira). Beliau sangat senang dengan cara Fahira beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Walaupun diawal banyak hal yang dirasa aneh oleh teman-temannya, misalnya cara berpakaian, makan bento dari rumah, cara berganti pakaian yang harus di ruangan tersendiri, juga pakaian renangnya, namun Fahira tampak easy going dengan keunikannya dan teman-teman kini sudah sangat paham dan menerimanya apa adanya. bahkan banyak yang kagum dengan puasa Fahira dan memberi semangat.
Sensei mengatakan bahwa hari ini Fahira sudah benar-benar menyatu dan menjadi bagian tidak terpisahkan dari teman-teman secara kolektif. Apapun keunikan-keunikan baru Fahira yang belum terungkap, sudah bisa dimengerti sepenuhnnya oleh sekolah dan teman-teman.


Semoga Allah selalu menjaga Mu nak, tantanganmu dimasa depan akan sangat berat, fitnah dan ancaman pada agamamu akan semakin membayangi..
Doa kami, walau tak lama umur ini membersamaimu, semoga Akidah mu tetap lurus sampai maut menjemput, Aamiin


رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
“Wahai Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat, wahai Rabb kami, perkenankanlah doaku.” (Ibrahim: 40)

Brownies Ketan Hitam

Broketam Panggang
Broketam Kukus

Bagi penggemar brownies, mari coba brownies varian baru ini, unik karena ada rasa sedikit keset khas ketan hitamnya (tapi tidak terlalu dominan, jadi anak-anak tetap suka insyaAllah), tetap nyoklat banget dan moist, lembut dilidah (sedikit lebay hehe).
Cara memasaknya pun gampang :)

resep asli di sini

Bahan:
6 butir telur
200 gr gula pasir
1 sdt emulsifier
1/4 sdt garam
1 sdt vanilla
2 sdm susu kental manis
250 gr tepung ketan hitam (saya 200 gr tepung ketan hitam, 50 gram tepung terigu)
20 gr coklat bubuk
100 gr coklat batang atau dark cooking chocolate (DCC)
200 gr minyak goreng
Coklat meises (rice chocolate) secukupnya lapisan tengah

Cara Membuat:
1. Panaskan Kukusan, jangan lupa bungkus tutup kukusan dengan serbet.
2. Lelehkan coklat. Masukkan SKM, aduk rata. Masukkan minyak goreng, aduk rata dan dinginkan.
3. Kocok telur, gula pasir, emulsifier dan garam dengan mixer kecepatan tinggi sampai mengembang, kental dan berjejak.
4. Ayak tepung ketan hitam dan terigu, cokelat bubuk & vanili dan masukkan sedikit demi sedikit ke adonan telur sambil diaduk dengan spatula.
5. Masukkan lelehan coklat-SKM-minyak bertahap, aduk sampai rata.
6. Tuang 1/2 adonan ke dalam loyang 20x20x7, atau loyang bulat diameter 22-24 cm yang telah dioles margarin dan tepung atau dialasi kertas roti.
7. Kukus 10 menit, taburi dengan meises sampai rata secukupnya, tuang 1/2 bagian adonan sisa dan kukus kembali 20-25 menit hingga matang (tes tusuk)
8. Angkat. Banting loyang 3 kali  dan langsung keluarkan dari loyang. Biarkan dingin, potong-potong dan sajikan :)

# dengan resep yang sama, pernah adonan saya panggang. dan hasilnya tak kalah enak dengan dikukus lho!
Panggang selama 30-35 menit dengan suhu 180 derajat (disesuaikan dengan oven masing-masing) sampai permukaan atas sudah kering dan bagian dalam adonan masih ada yang sedikit basah (jangan sampai benar-benar kering, karena setelah dingin rasanya kurang moist)

Oishii.. Enak dan lembut :)
Broketam panggang dengan taburan biji bunga matahari :)

Wednesday, June 25, 2014

Chicken Nugget Sehat rasa Keju



Menjelang Ramadhan, biasanya saya selalu menyediakan beberapa makanan yang bisa di saji dengan cepat tapi tetap sehat dan enak. Sangat membantu saat kepepet, apalagi saat sahur.
Salah satu nya adalah chicken nugget  :)
kenapa saya bilang sehat? karena dibuat tanpa pengawet dan biasanya saya selipkan juga cincangan sayur seperti wortel, curi curi kesempatan untuk anak :p
(resep asli dari chef melia yang saya modifikasi :) )

bahan
Ayam cincang 500 gram
bombay ukuran besar 1/2 buah dicincang
wortel sesuai selera cincang halus (boleh di skip)
tepung roti 7-8 sdm
garam 1,5 sdt
merica 1 sdt
mayonese 1-2 sdm (sesuai selera, boleh diskip)
telur 1 butir ukuran L/LL, atau 2 butir ukuran s
keju bubuk/permesan 3-4 sdm

telur dikocok dan tepung roti untuk finishing

caranya
Siapkan loyang atau wadah tahan panas, oles mentega/margarin/minyak lalu tabur tepung terigu tipis-tipis (agar nanti adonan tidak lengket)
Panaskan kukusan/dandang, atau microwave
Campur semua bahan nugget menjadi satu, masukkan dalam loyang kemudian kukus dalam kukusan yang sudah panas sampai matang, sekitar 15-20 menit. atau bisa juga di microwave sekitar 10 menit.
Setelah matang dan dingin keluarkan dari loyang, potong-potong sesuai selera
kemudian balur dengan kocokan telur dan tepung roti.

Siap disimpan dikulkas/freezer atau di goreng :)






Monday, May 19, 2014

Pelajaran Gizi di Sekolah Jepang

Di Jepang para murid disediakan makan siang di Sekolah dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah. Tidak disediakan kantin dan tidak dibenarkan untuk jajan sembarangan diluar. Budaya makan disekolah ini sudah dimulai sejak pasca perang dunia ke dua dan berlanjut hingga saat ini. 

Walau anak saya full membawa bentou dari rumah, karena faktor kehalalan. Saya juga mendapat banyak pelajaran mengenai kebiasaan positif ini. Dimulai dari wawancara setiap orang tua mengenai makanan yang bisa memicu alergi atau tidak bisa dimakan oleh anak karena alasan lain, kemudian penjelasan mengenai cara masak, menu yang variatif dan penyediaan susu tiap hari.


Untuk TK biasanya pengadaan makanan berupa bento dengan menggunakan wadah makan lucu. Untuk pengadaan bentou ini sekolah bekerja sama dengan perusahaan yang khusus menyediakan katering bento anak TK. bisa dilihat di sini

Sedangkan SD hingga SMP dan sebagian SMA pengadaan makanan dilakukan disekolah masing-masing, dengan panduan guru ahli gizi dan bantuan beberapa tukang masak profesional. Ketika menyusun menu, ahli gizi ini sangat memerhatikan nilai dan komposisi gizi, serta menyeimbangkan pemberian nasi/tepung/kentang, ikan dan sayur-sayuran serta buah, agar anak-anak pada usia pertumbuhan mendapat asupan nutrisi yang optimal. Menu makan siang harus memenuhi 1/3 kebutuhan nutrisi harian anak, yaitu sekitar 430-450 kilokalori untuk bento TK, 600-700 kilokalori untuk anak SD. Menu harian ini juga diharapkan mencakup 1/2 kebutuhan kalsium dan dan 33-40% kebutuhan vitamin dan mineral harian. Kecukupan kalsium menjadi perhatian khusus, sebab ada kecenderungan kurang asupan kalsium di kalangan anak-anak. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan kalsium, sekotak susu hampir selalu dimasukkan ke dalam menu makan siang di sekolah. 

Berikut 6 panduan menyusun menu makan siang anak di Sekolah Jepang 

1. Harus bervariasi. Jenis hidangan berganti-ganti setiap hari, agar anak mendapat pengalaman makan yang bermacam-macam, tidak bosan dan mendapat nutrisi lengkap. Menu makan siang juga memasukkan sayur dan buah-buah yang sedang musim saat itu.

2. Buatan sendiri, lezat dan aman. Umumnya saat masak menggunakan kaldu dari tulang ayam atau sapi, bukan kaldu bubuk atau penyedap rasa. Serta tidak membubuhkan terlalu banyak gula atau garam ke masakan. Anak-anak dibiasakan pada rasa alami makanan, keuntungan memasak sendiri adalah bahan makanan lebih terkontrol, sehingga hidangan lebih sehat dan aman. Untuk alasan keamanan pula, makanan di sekolah selalu dimasak pada hari yang sama ketika bahan makanan dibeli. Dan, bebas dari makanan mentah, seperti sushi dan sashimi.

3. Menghindari penyakit degeneratif. Berbagai penyakit gaya hidup, menyerang sejak usia dini. Para ahli kesehatan di Jepang meyakini, jika anak terlalu banyak dan terlalu sering makan sumber lemak hewani (daging sapi, kambing, babi, ayam, dan lain-lain), kadar kolesterol di tubuh meningkat, menambah risiko penebalan pembuluh darah. Meski ikan termasuk hewan, namun kadar kolesterolnya rendah, berkat kandungan DHA (Docosahexaenoic acid) dan EPA (Eicosapentaenoic acid). 

DHA berfungsi melancarkan aliran darah dan meningkatkan aktivitas otak. EPA menetralisir lemak dan melancarkan aliran darah. Itu sebabnya anak-anak di Jepang diwajibkan banyak makan ikan, terutama ikan perairan dalam atau blue fish seperti sardin, makarel, tuna, salmon dan lain-lain. 

Konsumsi garam dan gula juga dibatasi untuk menghindari penyakit tekanan darah tinggi dan diabetes. Sebaliknya, sumber serat seperti rumput laut, jamur, sayuran dan polong-polongan, dipastikan selalu ada dalam menu makan siang.   

4. Tekstur mudah dikunyah. Ini untuk melatih keterampilan mengunyah anak-anak. Mengunyah dengan benar, membantu pertumbuhan dagu dan gigi-geligi, mencegah gigi berlubang, mencegah makan berlebihan dan obesitas. Juga, diyakini dapat menstimulasi dan membantu otak bekerja lebih baik.

5. Menghargai budaya makan tradisional. Bangsa Jepang kaya akan makanan tradisional yang sehat, yang telah ribuan tahun diwariskan dari generasi ke generasi, seperti okara (sejenis polong-polongan), rumput laut jenis konyaku, hijiki,  dan ikan kecil seperti bonito kering. 

6. Menikmati makan siang dengan sopan. Tidak sekadar makan, makan di sekolah juga mengajarkan anak mematuhi tata tertib makan atau table manner, agar tidak mengganggu anak lain

Salah satu cara membuat anak tertarik pada makanan adalah dengan melibatkan mereka dalam proses menyiapkan acara makan tersebut. Itu sebabnya, sekolah di Jepang menugaskan anak-anak bergiliran dibagi menjadi beberapa kelompok menjadi school lunch duty. Ada kelompok yang bertugas menyiapkan dan mengelap meja, menyiapkan piring dan mangkuk, dan kelompok favorit adalah yang  berseragam mirip koki dan bertugas mendistribusikan makanan untuk teman-temannya. Untuk anak saya pengalaman dan kepercayaan ini sungguh meyenangkan :)




sumber
http://www.nier.go.jp/English/EducationInJapan/Education_in_Japan/Education_in_Japan_files/201303SLP.pdf
http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/gizi.kesehatan/balita/6.makan.siang.sehat.ala.jepang/001/001/1666/2

BakMie Godog


  • Pertama kali coba, Langsung suka! termasuk 3 F :). Menurut saya ini enaak banget ;)
  • Alhamdulilah bisa menyingkirkan mie instan..
    Sumber resep dr Chef Melia, (aslinya bisa di lihat disini)

        Bahan
  • Mi kuning300 gram
  • Daging ayam (kadang saya tambah sosis)100 gram
  • kol (kadang saya pake sawi juga jamur)secukupnya
  • Tomat1buah
  • Bawang putih2buah
  • kemiri3buah
  • Bawang merah4siung
  • Saus tiram1sdm
  • garam, mericasecukupnya
  • Minyak goreng1sdm
  • Bawang daun1batang
       Cabe diris jika ingin pedas :)



Cara Masak 
Haluskan bawang putih dan kemiri.
Potong semua bahan/sayur.
Panaskan minyak, tumis bumbu halus sampai wangi, tambahkan bawang merah dan ayam. Tumis sebentar, tambahkan saus tiram dan kol. Masukkan air, masak sampai mendidih
Terakhir, masukkan mi, tambahkan garam dan lada. Masak sampai matang :)
Tabur bawang goreng
Sajikan panas :)